Magnus Carlsen, sang Juara Dunia Catur

Magnus Carlsen
Magnus Carlsen

Pada artikel ini penulis mencoba untuk berbagi mengenai diri seorang Magnus Carlsen, sang juara dunia catur. Sebenarnya sudah sejak lama tulisan ini ingin ditampilkan, tetapi karena masih harus mengumpulkan beberapa data dari berbagai sumber, maka akhirnya penulis berpikir bahwa cukuplah informasi ini yang bisa dibagikan kepada para penghobi catur di Indonesia, khususnya warga Sportif2018.com..:)

Magnus Carlsen lahir pada tanggal 30 November 1990, berkewarganegaraan Norwegia, yang berarti umurnya sekarang lebih kurang 26 tahun. Carlsen kecil merupakan salah satu yang disebut di istilah catur sebagai seorang chess prodigy, yang berati anak anak yang mampu mengalahkan seorang master catur yang berusia dewasa  jauh di atas usianya. Carlsen menjadi seorang Grandmaster pada usia 13 tahun 148 hari (dimana usia ini menjadikannya GrandMaster termuda ke-3 di dunia di dalam sejarah catur).

Pada tahun 2013, ia pertama kali merebut gelar juara dunia dari GM Viswanathan Anand dan mempertahankannya kembali di tahun 2014 dengan kemenangan atas lawan yang sama setelah melalui babak babak sebelumnya. Pada baru baru ini, ia kembali mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan GM Sergey Karjakin di penghujung tahun 2016.

Dalam permainan caturnya, Magnus Carlsen dikenal sebagai pecatur yang gemar menyerang selayaknya remaja seusianya.  Hebatnya lagi, penguasaan posisional dan kekuatannya didalam bermain pada babak akhir adalah gabungan dari  permainan GM Bobby Fischer, JR Capablanca, Vasily Smyslov dan Anatoly Karvop!

Bagaimana Magnus Carlsen Kecil Berlatih Catur?

Pada awalnya, sebenarnya, Carlsen tidak begitu berminat pada olahraga olah otak yang satu ini, namun perlahan, berkat bimbingan dari ayahnya, Carlsen kemudian mulai tertarik untuk memainkan bidak bidak caturnya.  Pada usia 2 tahun, Carlsen telah menujukkan bakat yang luar biasa, bayangkan saja! pada usia tersebut ia sudah bisa memecahkan 50 pecahan bangunan yang di acak untuk disusun kembali secara sempurna atau yang sering kita sebut dengan permainan Jigsaw Puzzle. Melihat bakat ini, maka ayahnya mulai mengajarkan catur kepada Carlsen saat ia berusia 5 tahun.

Buku catur yang pertama kali dibaca olehnya adalah buku Bent Larsen yang berjudul Find the Plan. Sementara buku tentang teori pembukaan catur yang pertama kali ia baca adalah The Complete Dragon karya Eduard Gufeld.

Setelah mempunyai kedua buku tersebut, Carlsen mulai mengembangkan bakat caturnya, ia belajar atau bermain catur 4 jam dalam sekali permainan.  Hal ini ia pelajari dengan menjejerkan beberapa papan catur dengan melihat dan memperhatikan setiap pergerakan buah catur, tujuan dan maksud dari langkah tersebut. Kemudian ia susun kembali buah buah  catur tersebut tanpa melihat buku dan dengan bimbingan ayahnya!

Bayangkan saja, pada usia 10 tahun, ia telah hapal sebanyak 10ribu varian pembukaan catur beserta maksud dan tujuan dari pergerakan buah buah tersebut! Wah hebat bukan?

Namun, walaupun kini ia seorang juara dunia, dan kemampuan caturnya begitu mumpuni, Carlsen pernah berujar sebagai berikut: “Saya Carlsen, saya manusia biasa seperti orang orang normal lainnya, saya juga butuh apa yang orang lain butuhkan!”

Nah, dari biografi singkat ini, ternyata kita bisa memetik suatu pelajaran, bahwa jika kita memang mau menjadi “sesuatu” maka sebenarnya kita bisa dapatkan hal tersebut. Namun, tentu semuanya perlu proses, jalan begitu panjang dan penuh krikil tajam. Kita harus berusaha maksimal. Terakhir,  benarlah kata orang orang yang bijaksana, “walaupun persiapan kita untuk langkah ke depan masih kurang bagus, tentu itu lebih baik daripada tanpa persiapan sama sekali”

Januari 2017

Pojok Kota
Salam,

Agus Walliet

Sumber gambar: Youtube.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here