Stadion Anfield yang Terus Berbenah

SPada awal musim 2016/2017, seperti diutip dari www.liverpoolfc.com, (31/12), kapasitas Stadion Anfield bertambah, dari sebelumnya 45.360 tempat duduk, menjadi 54.700 tempat duduk. Penambahan kapasitas ini dapat terwujud, setelah direnovasinya tribun Main Stand. Proyek ini, dipandang sebagai opsi yang lebih baik, bebas protes, dan lebih hemat dibandingkan membangun stadion baru. Bagi FSG, selaku pemilik klub, ini merupakan langkah awal perwujudan janji mereka, saat mengambil alih kepemilikan Si Merah akhir tahun 2010 silam. Tidak menutup kemungkinan, jika tribun-tribun lainnya di stadion Anfield (The Kop, Kenny Dalglish Stand (sebelumnya Centenary Stand), dan Anfield Road End), akan mendapat giliran, untuk direnovasi seperti tribun Main Stand.

Dari sisi strategi, keijakan yang diambil FSG, terkait Stadion Anfield ini, jelas sangat cerdik. Mereka mampu menjalankan konsep ‘membangun tanpa harus merobohkan’, dengan sangat baik. Lewat langkah renovasi stadion ini, klub juga dapat menambah pemasukan, tanpa harus ‘menjual nama’ stadion. Sebelumnya, mereka mendapat tawaran, atas hak pemasangan nama stadion, dari sejumlah pihak, termasuk perusahaan telekomunikasi Ooredoo, tapi tawaran ini ditolak. Karena, bagaimanapun, Stadion Anfield, adalah salah satu ciri khas klub, sejak klub berdiri tahun 1892.

Pada kasus renovasi Main Stand ini, klub agaknya belajar dari pengalaman Arsenal tahun 2006. Ketika itu, Arsenal pindah stadion, dari Highbury ke Emirates (Ashburton Grove). Langkah ini terpaksa diambil, karena stadion Highbury, sudah tak lagi memungkinkan, untuk direnovasi dan diperluas. Tapi, tak disangka, sejak pindah stadion, tim Meriam London malah kesulitan berprestasi. Di liga, mereka sulit bersaing, dan tak pernah juara liga lagi, sejak 2004. Praktis, gelar yang mereka dapat, setelah berpindah stadion, hanya 3 gelar Piala FA (2014, 2015, dan 2017), plus 2 gelar Community Shield (2014, 2015, dan 2017). Meski kapasitasnya lebih besar, aura Stadion Emirates, belumlah sekuat Highbury, yang dulu terkenal dengan atmosfer Hellbury-nya.

Untuk musim kompetisi 2017/2018, Liverpool kembali merenovasi Stadion Anfield. Renovasi ini dilakukan saat libur kompetisi, dan selesai bulan Agustus 2017. Tapi, tujuan proyek renovasi kali ini adalah mengurangi kapasitas stadion, sebanyak 1000 tempat duduk, untuk memudahkan akses suporter penyandang disabilitas, dan menambah kapasitas tribun, untuk suporter berkursi berkursi roda. Langkah ini diambil, sebagai tindak lanjut klub, atas masukan Komite Suporter, dan Asosiasi Suporter Liverpool Penyandang Disabilitas (LDSA). Tak hanya mengakomodasi suporter Liverpool yang berkebutuhan khusus, hasil renovasi ini, juga dapat mengakomodasi suporter tim tamu yang berkebutuhan khusus. Sebuah langkah yang patut diapresiasi.

Apa yang dilakukan Liverpool ini, menjadi langkah selanjutnya dari profesionalitas sebuah klub sepak bola profesional. Mereka tak hanya menganggap stadion sebagai sumber pemasukan klub, tapi sebagai rumah bagi semua suporter klub, apapun kondisi fisik mereka. Hal ini sekaligus membuktikan, cinta tak mengenal keterbatasan fisik.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here