Mitra Kukar Main Gahar, SFC Bangkit ke Jurang Degradasi

Liga1-2018
Liga1-2018

Salam Sportif-Semenjak ditangani mantan pelatih SFC, Rahmad Darmawan. Kini Mitra Kukar bermain begitu gahar, ibarat kata “tamu dilarang menang” sementara sepeninggal Pelatih RD dan sembilan pemainnya, SFC bangkit dari tidur mendekari jurang degradasi.

Dibawah nahkoda kenyang makan asam garam pengalaman seperti pelatih Rahmad Darman menjadi berkh tersendiri bagi Mitra Kukar. Pasalnya, Mitra Kukar tampil begitu gahar, terlebih di pertandingan tersebut Mitra Kukar bertindak sebagai tuan rumah melawan pemuncak Klasemen sementara Liga 1 Persib Bandung. Tanpa terasa GoJek Liga 1 sudah memasuki pekan ke-20 ini berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (10/8/2018).

Laga sengit tersebut berakhir dengan skor 1-0. Gol kemenangan Mitra Kukar lewat kaki kapten tim, Bayu Pradana.

Tampil tanpa Ezechiel N’Douassel yang masih dalam masa sanksi dari Komdis PSSI, Persib mengandalkan Jonathan Bauman dan Patrich Wanggai di lini depan. Dengan formasi 4-4-2, tugas keduanya dibantu Ghozali Siregar dan In-kyun Oh, bersama Agung Mulyadi dan Dedi Kusnandar.

Rahmad Darmawan dipekan sebelumnya menangani SFC itu menerapkan permainan ketat demi mengincar kemenangan perdananya bersama Mitra Kukar mengandalkan Fernando Rodriguez Ortega di posisi ujung tombak.

Empat puluh lima menit babak pertama Persib sempat bermain lengah nyaris kebobolan. Kesalahan Ardi Idrus dalam melakukan antisipasi dikonversi Fernando Rodriguez Ortega dengan tendangan keras. Bola sudah mengecoh kiper Muhammad Natshir, namun hasilnya masih menerpa mistar gawang.

Persib membalas lewat set-piece di menit keenam. Sebuah umpan sepak pojok ke kotak penalti dituntaskan Agung Mulyadi dengan sundulan akurat ke sudut kiri bawah. Kiper Mitra Kukar, Yo Jae Hoon. Mantan kiper Persipura ini tampil apik dan mampu menghalau bola, maka selamatlah gawang tuan rumah.

Kedua tim memeragakan permainan terbuka. Mitra Kukar kembali nyaris memimpin lewat aksi Rodriguez. Bomber asal Spanyol itu melepaskan diri dari perangkap offside dan menyambut umpan terobosan dari lini tengah. Sayang, tendangan yang lemah memudahkan Muhammad Natshir menangkap si kulit bundar. Gol pun urung tercipta.

Jelang turun minum, babak pertama tidak ada perubahan kedudukan dan skor pun tetap bertahan 0-0.

Bermain babak kedua pelatih tidak melakukan rotasi. Formasi yang dimainkan pun terlihat tak berbeda dari babak pertama. Hanya saja, Persib lebih banyak menusuk langsung dari lapangan tengah ke kotak penalti, sementara Mitra Kukar kerap menekan lewat sektor sayap.

Mitra Kukar jadi pihak yang lebih dulu mendulang peluang matang. Memaksimalkan ruang tembak yang ada, Andre Agustiar membidikkan bola ke gawang dengan sebuah tendangan melengkung, gol pun urung tercipta.

Persib baru dapat memberikan respons pada menit ke-67. Memanfaatkan sebuah umpan pendek, dari dalam kotak penalti Wanggai melepaskan tendangan keras. Patut disayangkan bola melebar di kiri gawang, padahal Wanggai sudah lepas dari pengawalan pemain lawan.

Jonathan Bauman turut mendulang peluang tak kalah emas. Sang striker memperdaya Yoo Jae-hoon dengan sebuah sepakan tenang. Sayang bola hanya membentur tiang gawang.

Merasa tertekan oleh gempuran pemain Persib, pelatih Rahmad Darmawan pun melakukan rotasi di lini tengah. Rahmad Darmawan menarik keluar Anindito Wahyu dan memasukkan Arif Suyono. Tiga menit berselang, giliran Rifan Nahumarury yang masuk. Ia menggantikan pemain sayap Andre Agustiar.

Di lain pihak, Persib juga melakukan perubahan di sektor tengah. Pemain muda Muhammad Wildan masuk menggantikan Agung Mulyadi.

Rotasi Persib terbukti lebih jitu. Tujuh menit jelang laga usai, Maung Bandung sebenarnya mampu membobol gawang Mitra Kukar lewat sepakan In-kyun Oh. Namun gol tersebut dianulir karena sang gelandang dianggap berada di posisi offside.

Di tengah upayanya mencari gol kemenangan, Persib justru kebobolan lewat situasi bola mati. Memanfaatkan kemelut hasil tak sempurnanya sapuan pemain Persib terhadap tendangan bebas Mitra Kukar, bola jatuh ke kaki Bayu Pradana. Tanpa membuang waktu, sang kapten lantas menceploskan bola ke gawang Muhamad Natshir untuk menjadikan skor 1-0.

Gol Bayu Pradana menit ke-88 tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta, sekaligus penutup rangkaian pertandingan. Skor Akhir 1-0.

Sementara dari tanah Sumatera, Sriwijaya FC harus meladeni tim tangguh asal Madura di Stadiom H. Agus Salim Padang Sumatera Barat, yaitu Madura United. Dibawah arahan pelatih Subangkit, SFC mengalami kekalahan 1-2. Tak ayal, kekalahan dari Madura United menggagalkan kebangkitan Laskar Wong Kito, bahkan dibawah nahkoda Subangkit membangkitkan SFC ke jurang degradasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here