Kandaskan Momota, Anthony Ginting Juara China Open

Salam Sportif-Anthony mengawali perjalanannya pada China Open 2018 dengan menyingkirkan pemegang lima gelar juara dunia asal China, Lin Dan.

Anthony mengalahkan Lin Dan dengan skor 22-24, 21-5, 21-19, pada laga yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Rabu (18/9/2018).

Lin Dan merupakan Juara Dunia pada 2006, 2007, 2009, 2011, dan 2013. Melalui hasil ini, rekor pertemuan Anthony dengan Lin Dan terevisi menjadi 1-2, masih untuk keunggulan Lin Dan.

Pada babak kedua, Kamis (20/9/2018), Anthony menumbangkan Juara Dunia 2017, Viktor Axelsen (Denmark), dengan skor 21-18, 21-17.

Dengan menang atas Axelsen, Anthony memperpanjang keunggulan dengan tunggal putra terbaik Denmark ini dengan skor 2-1.

Pemain berusia 21 tahun ini juga semakin unggul dalam rekor pertemuan dengan Chen Long (China) yang merupakan Juara Dunia 2014 dan 2015 pada babak perempat final China Open2018, Jumat (21/9/2018).

Pada babak semifinal, Sabtu (22/9/2018), Anthony akan menjumpai peraih medali perak Asian Games 2018, Chou Tien Chen (Taiwan).

Pertandingan ini juga merupakan ulangan semifinal Asian Games 2018.

Saat itu, Anthony kalah dari Chou, 21-16, 21-23, 17-21. Rekor pertemuan kedua pemain adalah 3-2 untuk keunggulan Anthony Ginting.

Dalam laga semifinal di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Jiangsu, China, Sabtu (2/9/2018), Ginting mengalahkan Chou Tien Chen (Taiwan) dengan skor 12-21, 21-17, 21-15.

Partai final China Open 2018 mempertemukan tunggal Putra Indonesia Antiny Ginting melawan unggulan putra Jepang Kento Momota. Terbukti pada fimal tersebut Anthny Ginting mampu mengandaskan Kento Momota, sekaligus menasbihkan dirinya sebagai Juara China Open 2018

Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting andalan Indonesia ini sukses keluar sebagai yang terbaik di turnamen BWF China Open 2018. Pebulutangkis nomor 13 dunia ini menjungkalkan perlawanan pemain asal Jepang, Kento Momota dengan skor 23-21 dan 21-19, Minggu (23/09/18).

Seringnya bertemu tampaknya tak perlu lagi bagi Ginting maupun Momota untuk menerka-nerka permainan. Sejak game yang pertama kedua pemain ini terlihat seperti sudah saling memahami kekuatan dan kelemahannya masing-masing.

Tak pelak laga berjalan langsung berjalan seru dan sengit. Ginting pun sempat membuat secercah harapan dengan unggul 10-8, namun seketika Momota berbalik unggul menjadi 10-12. Hal itu membuat sang lawan menjadi percaya diri.

Benar saja, Momota semakin jauh mengungguli Ginting 14-19. Namun kesalahan demi kesalahan justru dilakukan oleh pebulutangkis Jepang ini dan kedudukan berubah jadi 20-19. Game pertama pun akhirnya milik Ginting dengan skor 23-21.

Memasuki game kedua, Ginting tidak memulainya dengan baik. Terlalu banyak kesalahan dilakukan oleh pebulutangkis kelahiran Cimahi yang membuat Momota mampu unggul 8-11. Pantang menyerah, Ginting perlahan tapi pasti coba mengembangkan permainan.Apa yang dilakukan Ginting pun berhasil.

Dirinya mampu menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Setelah itu pertandingan semakin berjalan ketat. Namun peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu akhirnya memastikan kemenangan game kedua dengan skor 21-19.

Dengan kemenangan ini maka Ginting menjadi tunggal putra Indonesia keenam yang mampu meraih gelar juara China Open setelah Icuk Sugiarto, Ardy B. Wiranata, Alan Budikusuma, Hermawan Susanto, dan Joko Suprianto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here